Ada kemungkinan di masa mendatang siswa-siswa sekolah bakal mengerjakan ujian nasional secara online. Mekanisme ini dinilai lebih menguntungkan karena selain go green juga bisa menekan kebocoran soal.

“Sistem ini memungkinkan soal UN disebar ke sekolah-sekolah dalam waktu 15 menit sebelum ujian dimulai. Soal yang distribusikan online bisa dibuat acak antara satu siswa dengan yang lain. Ini menekan tingkat kebocoran soal bila dibandingkan sistem manual

Dalam kegiatan itu, 10 siswa dari berbagai sekolah mengikuti simulasi UN online di Gedung Persona Education, Menteng. Mereka menjawab soal-soal UN untuk mata pelajaran matematika dan sains (biologi, fisika dan kimia) secara online.

Sistem E-Assessment (mengukur kemampuan siswa) ini mengadopsi mekanisme Computerized Adaptive Test (CAT) yang sudah diterapkan di Singapura, Inggris, AS, Finlandia dan India dalam sistem ujian sekolah. Sistem akan menyimpan bank soal yang telah dibuat para pakar. Lalu pada saat ujian, akan didistribusikan secara acak sesuai kebutuhan secara online oleh komputer.

Siswa menjawab secara online pula dan jawaban terkirim langsung ditampung oleh komputer pusat. Dalam waktu hitungan menit, hasil ujian langsung bisa dilihat dan memungkinkan intervensi subjektif diminimalisir.

“Kemungkinan saling mencontek sangat rendah karena 1 soal bisa divariasi menjadi 4 sampai 5 soal. Penilaian lebih objektif, tidak membutuhkan kertas, paperless dan go gree

Hanya saja, sistem ini masih membutuhkan infrastruktur dan jaringan yang sangat kuat. Setidaknya, tiap sekolah hingga pelosok negeri sudah mempunyai komputer yang sudah semi online.