Seorang Guru atau Pendidik sebelum mengajar harus mempunyai konsep tentang teori Belajar
Teori ini digunakan untuk memperkaya dan menambah wawasan seorang guru untuk memperkaya bagaimana membuat proses belajar yang optimal,ada interaksi antara guru dan siswa sehingga target Pembelajaran bisa tercapai

Apalagi tuntutan seorang guru masa kini, berbeda dengan tuntutan guru sebelumnya, karena siswa dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, sudah pasti mempunyai sumber belajar yang banyak, sehingga tugas guru sebagai sumber belajar dan juga fasilitator harus lebih siap.

Dalam kamus bahasa inggris behavior artinya kelakuan, tindak tanduk atau bertingkah laku dengan sopan. Behaviorisme adalah teori perkembangan perilaku, yang dapat diukur, diamati dan dihasilkan oleh respon pelajar terhadap rangsangan. Tanggapan terhadap rangsangan dapat diperkuat dengan umpan balik positif atau negatif terhadap perilaku kondisi yang diinginkan

 

Sebagaimana kita ketahui, aliran behavioristik adalah aliran yang menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Aliran behavioristik dalam aliran psikologi belajar sangat besar pengaruhnya terhadap arah pengembangan teori dan praktek pendidikan dan pembelajaran hingga kini.

 

Dalam Teori Behavioristik pandangan tetang belajar adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon.Atau dengan kata lain belajar adalah perubahan yang dialami siswa dalam hal kemampuannya untuk bertingkah laku dengan cara yang baru sebagai hasil interaksi antara stimulus dan respon. Beberapa tokoh teori belajar behaviorisme antara lain adalah Pavlov, Thorndike, Watson, Hull, Edwin Guthrie dan Skinner. Dari sekian banyak para ahli yang berkarya dalam aliran ini, salah satu diantaranya akan dijelaskan disini

 

Teori Belajar Behavioristik Menurut Ivan Pavlov

 

Ivan Petrovich Pavlov lahir 14 September 1849, ia meraih penghargaan nobel pada bidang Physiology or Medicine tahun 1904. Karyanya mengenai pengkondisian sangat mempengaruhi psikology behavioristik di Amerika. Eksperimen-eksperimen yang dilakukan Pavlov dan ahli lain tampaknya sangat terpengaruh pandangan behaviorisme.

 

Pavlov melakukan suatu eksperimen terhadap anjing. Anjing mengeluarkan air liur apabila diperlihatkan makanan.air liur yang dikeluarkan oleh anjing merupakan suatu stimulus yang diasosiasikan dengan makanan. Pavlov juga menggunakan lonceng dahulu sebelum makanan diberikan. Dengan sendirinya air liurpun akan keluar pula. Apabila perbuatan yang demikian dilakukan berulang-ulang, maka pada suatu ketika dengan hanya membunyikan lonceng saja saja tanpa makanan maka air liurpun akan keluar pula.

 

Makanan adalah rangsangan wajar, sedang lonceng adalah rangsangan buatan. Ternyata kalau perbuatan yang demikian dilakukan berulang-ulang, rangsangan buatan ini akan menimbulkan syarat(kondisi) untuk timbulnya air liur pada anjing tersebut. Peristiwa ini disebut: Reflek Bersyarat atau Conditioned Respons.

 

Dari contoh tersebut dapat diketahui bahwa dengan menerapkan strategi Pavlov ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan, sementara individu tidak menyadari bahwa ia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya.

 

Berdasarkan eksperimen yang dilakukan Pavlov diperoleh kesimpulan berkenan dengan beberapa cara perubahan tingkah laku yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran. Misalnya murid dimarahi karena ujian biologinya buruk.Saat murid untuk ujian kimia dia juga akan menjadi gugup karena kedua pelajaran tersebut saling berkaitan.

 

Teori behavioristik dengan model hubungan stimulus respon atau reaksinya, mendudukkan orang yang belajar sebagai individu yang pasif. Respon atau perilaku tertentu dengan menggunakan pentingnya pelatihan atau pembiasaan semata. Munculnya perilaku akan semakin kuat bila diberikan reinforcement/penguatan dan akan menghilang bila dikenai hukuman.Teori ini juga cocok diterapkan untuk melatih anak-anak yang masih membutuhkan dominansi peran orang dewasa, suka mengulangi dan harus dibiasakan, suka meniru dan senang dengan bentuk-bentuk penghargaan langsung seperti diberi hadiah atau pujian.