August 5, 2009
Untuk mengikuti lomba di propertykita.com.Saya coba posting tentang rumahku, tempatku tinggal.
Tinggal bersama kedua orang tua dan dan paman serta bibi itulah ciri khas rumah masyarakat Bali yang ditemukan pada umumya di Pulau Bali.Tepatnya di Br. Pande Desa Abiansemal, Kabuapaten Badung Bali. Ciri khas rumah adat masyarakat Bali adalah adanya kelompok – kelompok bangunan yang mempunyai fungsi dan tujuan dalam kegiatan sosial yang akan diadakannnya
Misalnnya seperti gambar di bawah ini

Ini adlalah rumah yang dinamakan Bale daja,yang kalau diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia Rumah yang posisinya di sebelah utara, karena memang benar posisi rumaha ini ada di sebelah utara berdasarkan arah mata angin.Fungsi bangunan ini digunakan pada waktu upacara Manusa yadnya
Bangunan dibawah ini adalah Bale adat

Bangunan ini mempunyai tiang penyangga sebanyak 9 buah, posisi bale adat ini terletak di tengah – tengah berdasarkan arah mata angin. Fungsi bangunan ini adalah sebagai kegiatan upacara manusa yadnya,Dulu waktu nenek meninggal sebelum dibawa ke tempat ngaben, disemayamkan terlebih dahulu di Bale adat ini
Bangunan yang satu ini namanya Bale Delod

Kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia Bangunan yang posisinya di selatan, untuk menerima tamu biasanya kami gunakan pada bangunan ini
Dan Bangunan yang satu ini adalah Marajan

Disini kami biasa mengadakan persembahyangan, dan kegiatan ritual lainnya.terdiri dari beberapa bangunan yamg semuanya itu untuk memuja kebesaran Ida Hyang Widi Wasa




3 responses to "Rumahku, Rumah Traditional yang menyejukkan"
Ukiran nya khas banget dengan bali. Model seperti ini di Lampung juga sekarang sudah banyak. cuman nggak sejuk. nah yang ini sejuk. Semoga beruntung mas ya…
kalo diliat sekilas mirip gaya joglo, cuma mirip sih
wow, rumahnya unik dan asri..
bali emang keren tak ada duanya
Leave a comment