March 25, 2009
March 18, 2009
Jangan terlalengkap memasang profil diri dan foto di Facebook ! Jangan terlalu gampang berteman di Facebook ! Waduh, seruan tersebut tentunya tidak terlalu populer, atau cenderung diabaikan, bagi para Facebooker sejati.
Ya memang, karena dengan bergesernya konsep dan ide sebuah pertemanan, maka tak apalah pada kenyataannya kita hanya punya segelintir teman di dunia nyata sepanjang punya berjibun (ratusan, ribuan) teman di situs jejaring sosial.
Seolah-olah dengan demikian keeksisan Anda adalah seberapa banyak teman yang dimiliki. Padahal dengan semakin banyak teman, yang kadang hanya temansekedar kenal atau bahkan tak ingat lagi siapa dia atau bertemu dimana,maka semakin rentan terekspos data diri kita ke pihak-pihak di luar kontrol
kita.
Walhasil, dengan demikian Anda akan semakin mudah menjadi korbanimpersonation’ . Kasus Tulisan ini sengaja saya buat dan saya titipkan kedetikINET.
Karena ada satu kasus yang langsung menimpa salah satu mahasiswi saya disebuah perguruan tinggi swasta tempat saya mengajar. Si mahasiswi
tersebut belum lama berselang mengadukan kisahnya kepada saya bahwa hampir tiap saat dirinya melalui ponsel dihubungi orang yang tidak dikenal, bahkandi tengah malam sekalipun.
Setelah saya gali informasi lebih lanjut, ternyata saya temukan bahwa data dirinya di Facebook, entah oleh siapa, di-copy dan dijadikan sebuah blog di Blogspot.com. Blog tersebut seola olah dikelola langsung oleh si mahasiswi tersebut.
Inilah yang disebut dengan kasus ‘impersonation’ Bahkan si pelaku (impersonator) , memindahkan sebagian foto-foto si mahasiswi tadi dari Facebook ke sebuah situs penyimpanan foto gratisan, imageshack.us.
Isi blog tersebut, cenderung berupa pencemaran nama baik dan melecehkan martabatnyat sebagai wanita. Celakanya lagi, di blog tersebut dicantumkan pula nomor ponsel yang sehari-hari digunakan oleh mahasiswi tersebut. Maka, hampir tiap saat dia harus menjelaskan bahwa dirinya bukanlah seperti apa yang tertulis di blog pada setiap penelpon yang masuk.
Penyelesaian Kasus ini agak rumit, karena tempat si impersonator meletakkan data data dan foto fotonya berada di luar ranah Indonesia. Tetapi upaya tetap harus dilakukan. Di blogspot.com atau blogger.com, ada fasilitas untuk melakukan ‘flag blog’, dengan pilihan ‘impersonation’ Kita harus meng-attached hasil scan KTP atau SIM yang dapat membuktikan bahwa kita adalah korban dari pelaku impersonation.
Setelah kita men-submit, maka kita tinggal menunggu keputusan daripengelola layanan blog tersebut untuk mencabut atau menghapus alamat blogyang menjadi keberatan kita. Pun setali tiga uang dengan foto-foto yang terlanjur tersimpan di imageshack.
Ada fitur untuk melaporkan dan meminta penghapusan foto-foto yang kita anggap materi berhak cipta, mengandung unsur pornografi ataupun kekerasan.
Asumsinya, foto yang diambil dari akun Facebook kita tanpa seijin kita,
adalah foto yang melanggar hak cipta.
Pencegahan Agar kasus tersebut tidak terulang kepada siapapun, maka ada
baiknya langkah-langkah pencegahan berikut ini bisa dijalankan ketika di
dunia Facebook :
1). Jangan terlalu lengkap memasang profil atau data diri di Facebook.Tentunya semakin lengkap profil/data diri terpasang, semakin mudahmendapatkan teman. Tetapi di sisi lain, semakin beresiko pula data dir
kita disalah-gunakan (abused)
2). Jangan memasang foto-foto diri Anda yang sekiranya Anda sendiri tidak akan merasa nyaman apabila foto tersebut tersebarluaskan secara bebas.Ingatlah, walau foto tersebut “hanya” diposting di akun Facebook Anda,sebenarnya itu sama saja dengan menyebarlukaskan foto tersebut ke publik.
Sekali terposting dan tersebar, maka sangat sulit (dan nyaris mustahil) Anda bisa mencabut foto Anda dari Internet. Maka, selektiflah dalam berpose dan memposting foto Anda.
3). Jangan sembarangan ‘add friend’ atau melakukan approval atas permintaan seseorang untuk menjadi teman Anda. Cara memilah dan memilihnya mudah, yaitu lihat saja berapa jumlah “mutual friends” antara Anda dengan seseorang tersebut. Semakin sedikit “mutual friends”-nya, berarti semakin
sedikit teman teman Anda yang kenal dengan dirinya, yang berarti semakin beresiko tinggi. Pastikan Anda hanya menerima “pertemanan” yang “mutual friends” nya cukup banyak.
4). Jangan sembarangan menerima tag photo. Bolehlah kita “banci tagging”, tetapi berupayalah lebih selektif. Artinya, sekali Anda terjun ke Facebook, rajin rajinlah memeriksa “keadaan sekeliling”. Karena kita kadang menemukan foto diri kita yang di-upload dan di-tag oleh orang lain,padahal kita tidak suka foto tersebut disebarluaskan. Segera saja kita “untag” diri kita darifoto tersebut dan kalau perlu minta teman kita yang melakukan upload foto tersebut untuk mencabutnya.
5). Jangan tunda tunda, ketika Anda menemukan data atau profil Anda digunakan oleh pihak lain untuk hal-hal di luar kontrol Anda, segeralah bertindak. Membiarkannya, justru akan membuatnya makin berlarut dan berdampak destruktif, setidaknya untuk kenyamanan diri sendiri. Laporkan
langsung ke pengelola layanan tempat kejadian ‘impersonation’ , untuk segera mencabut informasi aspal (asli tapi palsu) tersebut. Atau, mintalah bantuan pada orang atau pihak yang sekiranya bisa atau paham bagaimana mengatasi hal diatas.
March 8, 2009
Sendawa
Sendawa (burping/belching) adalah keluarnya gas dari saluran cerna (kerongkongan dan lambung) ke mulut yang disertai adanya suara dan kadang-kadang bau.
Timbulnya suara tersebut disebabkan oleh getaran udara / gas pada katub kerongkongan saat keluarnya gas. Hal ini merupakan hal yang sangat umum bisa terjadi pada siapa saja, dan merupakan usaha untuk melepaskan udara yang terperangkap di lambung yang biasanya menimbulkan ketidak nyamanan di saluran cerna.
Penyebab sendawa:
- Makan/minum terlalu cepat
- Menelan udara
- Minum minuman berkarbonasi
- Obat-obatan tertentu seperti metformin
- Orang yang sedang cemas
- Jika disertai gejala-gejala dispepsia merupakan salah satu tanda penyakit maag
Selain karena banyaknya gas yang terperangkap di lambung sendawa juga dapat disebabkan karena kebiasaan semata. Untuk beberapa orang sendawa dianggap sebagai suatu cara untuk mengurangi ketidaknyamanan di perut walaupun bukan karena peningkatan kadar gas.
Sendawa tidak sesederhana yang dipikirkan, namun berhubungan erat dengan koordinasi beberapa aktivitas. Laring harus selalu tertutup supaya cairan ataupun makanan yang naik dari lambung tidak masuk ke paruparu. Saat menelan laring terangkat secara otomatis dan sejalan dengan itu katup kerongkongan atas terbuka sehingga mempermudah gas keluar dari kerongkongan ke tenggorokan.Katup kerongkongan bawah juga terbuka sehingga gas dapat naik dari lambung ke kerongkongan. Saat itu semua terjadi diafragma turun ketika menarik nafas. Terjadi peningkatan tekanan di rongga perut dan penurunan tekanan di rongga dada yang menyebabkan keluarnya udara dari lambung (di rongga perut) ke kerongkongan (di rongga dada).
Jika rasa tidak nyaman di perut bukan karena peningkatan gas , sendawa tidak menyelesaikan masalah. Jika demikian berarti ada hal lain di perut yang perlu ditatalaksana dan harus dicari penyebabnya. Sendawa merupakan suatu gejala yang bisa disebabkan oleh penyakit di saluran cerna dan kondisi yang menyebabkan ketidaknyamanan di rongga perut.
March 6, 2009

UNTUK memahami gejala stres, Anda cukup memerhatikan orang, entah itu di ruang tunggu dokter, pada saat rapat di kantor, di pub, atau di rumah sendiri saat sanak famili berkumpul.
Menurut buku Stress Cheked, karya Andrew Nichols, sering, gelak tertawa, kegembiraan, bicara terbata-bata, berbagai kata tak senonoh, dan perdebatan sengit, semua merupakan pertanda stres. Meski orang tak menyadari, semua pemandangan berikut ini juga bisa menjadi pertanda stres.
- Kaki bersilang
- Telapak kaki terus bergerak
- Meremas, mengepalkan tangan atau mengatubkan gigi
- Mengerinyitkan kening dan alis
- Pandangan mata tertekan
- Tangan tak henti memainkan rambut, kalung atau kancing
- Terus-menerus merokok
- Terus-menerus minum kopi
- Mulut terus mengunyah
- Terus-menerus makan
Untuk mengenali gejala stres Anda sendiri, catat gejala stres yang sering Anda lihat, dan bandingkan dengan kebiasaan yang sering Anda lakukan.



