March 25, 2009
March 23, 2009

We all want to get our websites high up in the search enignes but how do you do it? One thing you shouldn’t bother doing is submit your site to any search engines. Not Google, not Yahoo!, not AltaVista. Sound a bit strange? Read on…
Submitting to all the search engines
Submitting your website to every search engine is an incredibly time-consuming process. There are hundreds and hundreds of them out there – no doubt, you’ve come across the companies who’ll submit your website to 1000 search engines for you.
Search engine professionals know that the vast majority of these search engines have a very low usage rate and will drive hardly any traffic your way. In fact, it’s only a handful of search engines that drive the majority of traffic from search engines to websites.
Another method used to find information is through what is called a web directory Web directories will usually either be relative or general:
web directory will contain information and links to websites that are all to do with one topic. An example would be a Weight Loss directory that contains only information and links to sites that have something to do with Weight Loss.
web directory is a site that will contain links and information to do with all types of categories. It will usually be arranged topically to allow ease of use in finding exactly what you want. The biggest and one of the most used directories is dmoz.org, which contains links and information to thousands of different sites, all arranged into web categories.
I would recommend checking out a few of these sites, and really trying them out for yourself to see which one will be suit your needs. I’ve found that each site can be used most effectively in different situations.
Submitting your site to directories is a bit trickier then submitting
to search engines.
Following rules are common for almost all directories:
- Check to see if your website is already in the directory
- Write an objective description of your website
- Search out the specific subcategory from the directory hierarchy
- Follow the rules of submission as specifie
March 18, 2009
Jangan terlalengkap memasang profil diri dan foto di Facebook ! Jangan terlalu gampang berteman di Facebook ! Waduh, seruan tersebut tentunya tidak terlalu populer, atau cenderung diabaikan, bagi para Facebooker sejati.
Ya memang, karena dengan bergesernya konsep dan ide sebuah pertemanan, maka tak apalah pada kenyataannya kita hanya punya segelintir teman di dunia nyata sepanjang punya berjibun (ratusan, ribuan) teman di situs jejaring sosial.
Seolah-olah dengan demikian keeksisan Anda adalah seberapa banyak teman yang dimiliki. Padahal dengan semakin banyak teman, yang kadang hanya temansekedar kenal atau bahkan tak ingat lagi siapa dia atau bertemu dimana,maka semakin rentan terekspos data diri kita ke pihak-pihak di luar kontrol
kita.
Walhasil, dengan demikian Anda akan semakin mudah menjadi korbanimpersonation’ . Kasus Tulisan ini sengaja saya buat dan saya titipkan kedetikINET.
Karena ada satu kasus yang langsung menimpa salah satu mahasiswi saya disebuah perguruan tinggi swasta tempat saya mengajar. Si mahasiswi
tersebut belum lama berselang mengadukan kisahnya kepada saya bahwa hampir tiap saat dirinya melalui ponsel dihubungi orang yang tidak dikenal, bahkandi tengah malam sekalipun.
Setelah saya gali informasi lebih lanjut, ternyata saya temukan bahwa data dirinya di Facebook, entah oleh siapa, di-copy dan dijadikan sebuah blog di Blogspot.com. Blog tersebut seola olah dikelola langsung oleh si mahasiswi tersebut.
Inilah yang disebut dengan kasus ‘impersonation’ Bahkan si pelaku (impersonator) , memindahkan sebagian foto-foto si mahasiswi tadi dari Facebook ke sebuah situs penyimpanan foto gratisan, imageshack.us.
Isi blog tersebut, cenderung berupa pencemaran nama baik dan melecehkan martabatnyat sebagai wanita. Celakanya lagi, di blog tersebut dicantumkan pula nomor ponsel yang sehari-hari digunakan oleh mahasiswi tersebut. Maka, hampir tiap saat dia harus menjelaskan bahwa dirinya bukanlah seperti apa yang tertulis di blog pada setiap penelpon yang masuk.
Penyelesaian Kasus ini agak rumit, karena tempat si impersonator meletakkan data data dan foto fotonya berada di luar ranah Indonesia. Tetapi upaya tetap harus dilakukan. Di blogspot.com atau blogger.com, ada fasilitas untuk melakukan ‘flag blog’, dengan pilihan ‘impersonation’ Kita harus meng-attached hasil scan KTP atau SIM yang dapat membuktikan bahwa kita adalah korban dari pelaku impersonation.
Setelah kita men-submit, maka kita tinggal menunggu keputusan daripengelola layanan blog tersebut untuk mencabut atau menghapus alamat blogyang menjadi keberatan kita. Pun setali tiga uang dengan foto-foto yang terlanjur tersimpan di imageshack.
Ada fitur untuk melaporkan dan meminta penghapusan foto-foto yang kita anggap materi berhak cipta, mengandung unsur pornografi ataupun kekerasan.
Asumsinya, foto yang diambil dari akun Facebook kita tanpa seijin kita,
adalah foto yang melanggar hak cipta.
Pencegahan Agar kasus tersebut tidak terulang kepada siapapun, maka ada
baiknya langkah-langkah pencegahan berikut ini bisa dijalankan ketika di
dunia Facebook :
1). Jangan terlalu lengkap memasang profil atau data diri di Facebook.Tentunya semakin lengkap profil/data diri terpasang, semakin mudahmendapatkan teman. Tetapi di sisi lain, semakin beresiko pula data dir
kita disalah-gunakan (abused)
2). Jangan memasang foto-foto diri Anda yang sekiranya Anda sendiri tidak akan merasa nyaman apabila foto tersebut tersebarluaskan secara bebas.Ingatlah, walau foto tersebut “hanya” diposting di akun Facebook Anda,sebenarnya itu sama saja dengan menyebarlukaskan foto tersebut ke publik.
Sekali terposting dan tersebar, maka sangat sulit (dan nyaris mustahil) Anda bisa mencabut foto Anda dari Internet. Maka, selektiflah dalam berpose dan memposting foto Anda.
3). Jangan sembarangan ‘add friend’ atau melakukan approval atas permintaan seseorang untuk menjadi teman Anda. Cara memilah dan memilihnya mudah, yaitu lihat saja berapa jumlah “mutual friends” antara Anda dengan seseorang tersebut. Semakin sedikit “mutual friends”-nya, berarti semakin
sedikit teman teman Anda yang kenal dengan dirinya, yang berarti semakin beresiko tinggi. Pastikan Anda hanya menerima “pertemanan” yang “mutual friends” nya cukup banyak.
4). Jangan sembarangan menerima tag photo. Bolehlah kita “banci tagging”, tetapi berupayalah lebih selektif. Artinya, sekali Anda terjun ke Facebook, rajin rajinlah memeriksa “keadaan sekeliling”. Karena kita kadang menemukan foto diri kita yang di-upload dan di-tag oleh orang lain,padahal kita tidak suka foto tersebut disebarluaskan. Segera saja kita “untag” diri kita darifoto tersebut dan kalau perlu minta teman kita yang melakukan upload foto tersebut untuk mencabutnya.
5). Jangan tunda tunda, ketika Anda menemukan data atau profil Anda digunakan oleh pihak lain untuk hal-hal di luar kontrol Anda, segeralah bertindak. Membiarkannya, justru akan membuatnya makin berlarut dan berdampak destruktif, setidaknya untuk kenyamanan diri sendiri. Laporkan
langsung ke pengelola layanan tempat kejadian ‘impersonation’ , untuk segera mencabut informasi aspal (asli tapi palsu) tersebut. Atau, mintalah bantuan pada orang atau pihak yang sekiranya bisa atau paham bagaimana mengatasi hal diatas.
March 16, 2009

Are you a person who likes to be the center of attention … or do you prefer to deal with people on a one-to-one basis? Are you at your best when lots of people are swirling around you … or do you prefer calmer surroundings? Are you open to working in an unstructured environment … or is the more traditional set-up of walls and a door your preference?
Here are a variety of quick gift ideas that are guaranteed to please see MSC Main Street Collection
Gift Certificates: Gift certificates are the ultimate life saver. They’re quick and easy to buy and come in any denomination. Most retailers offer gift certificates or gift cards. Also think spas, beauty salons, gas stations, country clubs, gyms, restaurants, etc.
Flowers: Well, flowers may not be original, but they are always welcomed. Stop by your local florist to pick up a wonderful bouquet of roses of assorted wild flowers. Other places to try are supermarkets, corner peddlers and mass merchandisers such as Wal-Mart and Target. Or go online. All the major wire services (i.e. FTD and Teleflora) have Web sites that you can order directly from.
Bottle of Wine or Liquor: If you need a gift in a hurry, pick up a bottle of fine wine or liquor. Agency liquor stores usually carry gift bags that are specially made for bottles. Many also carry a small selection of greeting cards and other possible gift alternatives such as sparkling cider. You can complete your gifting needs in one quick stop.
These, however, are just the basic accessories. You will see that the more you travel, the more you need things other than suitcases, toiletries, and travel clothing and appliances. For example, did you think that you should have brought a small nice neck pillow in a long train ride or flight? Or, what if you get bruised from a hiking trip, do you have a first-aid kit close at hand?
March 8, 2009
Sendawa
Sendawa (burping/belching) adalah keluarnya gas dari saluran cerna (kerongkongan dan lambung) ke mulut yang disertai adanya suara dan kadang-kadang bau.
Timbulnya suara tersebut disebabkan oleh getaran udara / gas pada katub kerongkongan saat keluarnya gas. Hal ini merupakan hal yang sangat umum bisa terjadi pada siapa saja, dan merupakan usaha untuk melepaskan udara yang terperangkap di lambung yang biasanya menimbulkan ketidak nyamanan di saluran cerna.
Penyebab sendawa:
- Makan/minum terlalu cepat
- Menelan udara
- Minum minuman berkarbonasi
- Obat-obatan tertentu seperti metformin
- Orang yang sedang cemas
- Jika disertai gejala-gejala dispepsia merupakan salah satu tanda penyakit maag
Selain karena banyaknya gas yang terperangkap di lambung sendawa juga dapat disebabkan karena kebiasaan semata. Untuk beberapa orang sendawa dianggap sebagai suatu cara untuk mengurangi ketidaknyamanan di perut walaupun bukan karena peningkatan kadar gas.
Sendawa tidak sesederhana yang dipikirkan, namun berhubungan erat dengan koordinasi beberapa aktivitas. Laring harus selalu tertutup supaya cairan ataupun makanan yang naik dari lambung tidak masuk ke paruparu. Saat menelan laring terangkat secara otomatis dan sejalan dengan itu katup kerongkongan atas terbuka sehingga mempermudah gas keluar dari kerongkongan ke tenggorokan.Katup kerongkongan bawah juga terbuka sehingga gas dapat naik dari lambung ke kerongkongan. Saat itu semua terjadi diafragma turun ketika menarik nafas. Terjadi peningkatan tekanan di rongga perut dan penurunan tekanan di rongga dada yang menyebabkan keluarnya udara dari lambung (di rongga perut) ke kerongkongan (di rongga dada).
Jika rasa tidak nyaman di perut bukan karena peningkatan gas , sendawa tidak menyelesaikan masalah. Jika demikian berarti ada hal lain di perut yang perlu ditatalaksana dan harus dicari penyebabnya. Sendawa merupakan suatu gejala yang bisa disebabkan oleh penyakit di saluran cerna dan kondisi yang menyebabkan ketidaknyamanan di rongga perut.



